Skip to content

Mister Gathot Beraksi di Thailand

“Cerpen ini terinspirasi oleh buku-buku Agatha Christie”

Di tengah kota Bangkok yang ramai, terdapat sebuah toko kelontong kecil yang dipenuhi oleh aroma rempah-rempah yang harum. Di balik toko tersebut, seorang pria berkepala plontos dengan kumis tebal yang terkenal sebagai Mister Gathot, seorang detektif blasteran Italia-Pekalongan, tengah duduk di antara tumpukan dokumen dan peta kota Bangkok.

‘Hmm, ini pasti sebuah misteri yang menarik,’ gumam Gathot sambil menyipitkan matanya.

Gathot sedang menyelidiki kasus aneh yang meresahkan warga Bangkok. Banyak keluhan dari warga bahwa gas elpiji 3 kg yang mereka beli telah merusak kompor gas mereka. Dugaan awal menunjukkan bahwa gas elpiji tersebut telah dicampur dengan air, menyebabkan kerusakan pada kompor gas.

Dengan tekunnya, Gathot memulai penyelidikannya dengan mengunjungi rumah seorang warga Thailand bernama Ka Chang Ga Ring. Di sana, dia menemukan bahwa kompor gas miliknya rusak parah setelah menggunakan gas elpiji yang dibelinya dari toko sebelah.

‘Bang, kompor gue rusak semua nih! Udah gak bisa masak makanan enak lagi,’ keluh Ka Chang Ga Ring dengan wajah kesal.

Gathot kemudian melanjutkan penyelidikannya dengan mengunjungi toko kelontong tempat gas elpiji tersebut dibeli, milik seorang Tionghoa-Thailand bernama Kiy Patt Ke Raimu. Di sana, Gathot menemukan beberapa tabung gas elpiji yang dicurigai telah dioplos dengan air.

‘Pak Patt Ke Raimu, apa yang Anda ketahui tentang gas elpiji yang rusak ini?’ tanya Gathot dengan tajam.

‘Ah, saya tidak tahu apa-apa, Pak Detektif. Saya hanya menjual barang yang saya dapatkan dari distributor,’ jawab Patt Ke Raimu dengan wajah cemas.

Selama penyelidikan, Gathot bertemu dengan beberapa tokoh kunci lainnya, termasuk Ma-Buk Ke Chap, seorang pedagang bumbu dapur yang sering membeli gas elpiji dari Patt Ke Raimu, dan Nyonya Sum Bu Komm Phor, seorang ibu rumah tangga yang menjadi salah satu korban dari gas elpiji yang rusak.

‘Lho, buk, kok kompor gasnya jadi rusak? Apa mungkin karena gasnya yang nggak bener?’ tanya Ma-Buk Ke Chap dengan wajah heran.

‘Ya, pak. Saya bingung juga, tiba-tiba kompornya nggak bisa nyala lagi,’ jawab Nyonya Sum Bu Komm Phor sambil menggelengkan kepala.

Sementara itu, Gathot juga menemui seorang pebisnis kaya raya bernama Tuan Kit-Ti Ran Ma Chet yang memiliki bisnis distribusi gas elpiji di Thailand.

‘Saya yakin, Pak Detektif, bisnis saya tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Saya hanya menjual gas elpiji berkualitas tinggi,’ kata Tuan Kit-Ti Ran Ma Chet dengan tegas.

Namun, dalam perjalanan penyelidikannya, Gathot menemukan beberapa petunjuk yang mengarah kepada Nona Pey-La Korr, seorang agen distribusi gas elpiji yang terkenal karena praktek curangnya.

‘Ah, Nona Pey-La Korr, Anda tampaknya memiliki banyak rahasia yang disembunyikan,’ ujar Gathot dengan tajam ketika mereka bertemu.

‘Detektif, saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan. Saya hanya melakukan bisnis dengan baik,’ sahut Nona Pey-La Korr dengan wajah polos. Namun begitu Mister Gathot tidak langsung percaya begitu saja, dia segera mohon diri dengan sopan, lalu pergi meninggalkan Nona Pey-La Korr yang sedang menutup pintu ruang tamu. Gathot pergi ke markas polisi setempat untuk menyampaikan idenya menyelidiki gudang penyimpanan gas elpiji milik Nona Pey-La Korr.

Dengan bantuan polisi setempat, Gathot akhirnya berhasil mengungkap jaringan pengoplosan gas elpiji dengan air yang dilakukan oleh Nona Pey-La Korr dan beberapa orang komplotannya. Mereka tertangkap basah sedang mengoplos elpiji 3kg menggunakan air sungai. Akhirnya mereka tidak bisa mengelak lagi dan terpaksa mengakui perbuatannya dan ditangkap oleh polisi.

Setelah kasus tersebut terungkap, Gathot dan timnya mengadakan pertemuan di sebuah kafe di Bangkok untuk merayakan keberhasilan mereka.

‘Selamat, Pak Detektif! Kasusnya berhasil diungkap berkat kerja keras Anda,’ ujar Ka Chang Ga Ring sambil mengangkat gelas.

‘Ya, kami semua berterima kasih atas bantuan Anda, Pak Gathot,’ tambah Kiy Patt Ke Raimu dengan senyum.

Gathot tersenyum puas, ‘Ini adalah contoh nyata bahwa kebenaran akhirnya selalu terungkap, meskipun butuh kerja keras untuk menemukannya.’

Mereka pun menghabiskan malam dengan penuh kegembiraan, merayakan keberhasilan dalam mengungkap kasus pengoplosan gas elpiji yang meresahkan warga Bangkok. Dan Mister Gathot, detektif berusia 56 tahun, sekali lagi membuktikan kepiawaiannya dalam mengungkap misteri yang rumit.

Author Profile

jatigift

Related Posts

image
KUNCI YANG TIDAK PERNAH DIPUTAR

Pagi itu begitu dingin, Februari 2015, masih gerimis… Kabut pagi di Tawangmangu tidak pernah benar-benar...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Misteri Pencurian Kepala Patung Buddha

“Cerpen ini terinspirasi oleh buku-buku Agatha Christie” Di tengah pegunungan yang sejuk dan hijau di...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Darah di Meja Rias

Gerimis turun sejak subuh, tipis namun tak pernah benar-benar berhenti. Udara di perbukitan Ciwidey terasa...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

error: Content is protected !!