Skip to content

Pertengkaran Sengit Alexander Graham Bell VS Chester W. Rice dan Edward W. Kellogg

Dalam sebuah ruangan kantor yang sempit di tempo dulu, ada 6 orang sedang mengalami situasi yang runyam karena sedang terjadi pertengkaran sengit antara 3 orang cerdas. Sedangkan yang tiga orang yang lainnya adalah kawan-kawan dari sang penemu telepon hanya bisa melihat mereka bertengkar tanpa bisa berbuat apapun.

Alexander Graham Bell duduk di meja kerjanya dengan wajah serius. Dia sedang dalam pembicaraan sengit dengan dua kolega dari General Electrics, Chester W. Rice dan Edward W. Kellogg. Ketiganya tengah terlibat dalam pertarungan ide yang memanas.

Alexander Graham Bell marah, ‘Kalian berdua tidak bisa mengklaim bahwa kalian lebih berjasa daripada saya dalam penemuan telepon!’

Chester W. Rice membelalakkan matanya, ‘Tapi bagaimana dengan loudspeaker, Bell? Kami berdua menemukan loudspeaker yang memungkinkan suara dari teleponmu bisa didengar oleh banyak orang sekaligus!’ kemudian melirik kearah Kellog

Edward W. Kellogg mendukung pernyataan rekan satu timnya, ‘Ya, kami berdua merasa bahwa kontribusi kami sama pentingnya dengan penemuanmu, Bell.’

Bell mendengus kesal. Dia tidak bisa membiarkan klaim mereka tidak terbantahkan. Karena dia memahami bahwa loudspeaker tidak mungkin bersuara apabila tak ada yang mengubahnya menjadi arus listrik. Alexander Graham Bell telah mengadakan penelitian bertahun-tahun mengenai ini dan akhirnya berhasil mengubah getaran suara menjadi arus listrik.

Alexander Graham Bell berteriak tajam, ‘Tapi kalian tidak bisa mengklaim bahwa telepon saya hanya bergantung pada loudspeaker! Saya menggunakan speaker kecil yang saya rakit sendiri, bukan loudspeaker kalian!….BUKAN LOUDSPEAKER KALIAN !!’

Chester W. Rice menanggapi dengan sindiran, ‘Bagaimana pun juga, Bell, loudspeaker merupakan bagian penting dalam penemuan teleponmu. Jadi, kami berhak atas bagian yang adil dari pengakuan. Getaran suara yang kamu ubah jadi arus listrik tak mungkin bekerja dengan baik jika tak ada kami.’

Alexander Graham Bell mulai berkata-kata dengan nada tinggi, ‘Tidak! Saya yang menemukan cara untuk mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik yang bisa ditransmisikan melalui kabel. Itu yang membuat telepon menjadi mungkin! Loudspeaker hanya bagian dari perangkat peningkat suara yang digunakan dalam sound system saja! dan telepon saya ini tidak termasuk kedalam jenis sound system, tapi alat komunikasi. Anda paham?’

Edward W. Kellogg pun merespon dengan berusaha menjatuhkanmental Graham Bell, ‘Tapi tanpa loudspeaker, bagaimana teleponmu bisa berguna bagi banyak orang? Kalian butuh loudspeaker untuk membuat suara dari teleponmu bisa didengar oleh lebih dari satu orang! Kami yakin bahwa speaker didalam penemuanmu itu memakai metode dari kami.’

Alexander Graham Bell agak kesal dan dengan mendecakkan lidah, dia menjawab, ‘Saya tidak akan membiarkan klaim kalian mengaburkan prestasi saya! Telepon adalah inovasi utama saya, dan itu tidak akan berfungsi tanpa kontribusi utama saya dalam mengubah suara menjadi sinyal listrik!

Pertengkaran itu terus berlanjut, dengan ketiga penemu tersebut saling menunjukkan klaim mereka masing-masing atas penemuan yang berdampak besar dalam sejarah komunikasi. Di satu sisi, Bell bersikeras bahwa penemuannya tentang bagaimana mengubah suara menjadi sinyal listrik adalah pilar utama dari telepon. Sementara Rice dan Kellogg mengklaim bahwa loudspeaker yang mereka temukan menjadi elemen kunci dalam menjadikan telepon Berguna bagi banyak orang.

Di tengah-tengah argumen yang memanas, mereka harus menemukan cara untuk menyelesaikan konflik mereka. Tidak hanya untuk memperoleh pengakuan atas kontribusi masing-masing, tetapi juga untuk menjaga reputasi mereka sebagai penemu yang berpengaruh dalam sejarah teknologi.

Tidak mudah bagi ketiganya untuk mencapai kesepakatan. Namun, akhirnya, mereka menemukan solusi yang memuaskan semua pihak. Mereka setuju untuk mengakui peran masing-masing dalam kesuksesan telepon dan loudspeaker, tanpa mengurangi nilai kontribusi satu sama lain.

Alexander Graham Bell: ‘Baiklah, saya setuju bahwa loudspeaker kalian memiliki peran penting dalam membuat telepon saya berguna bagi banyak orang. Namun, mari kita tidak lupa bahwa penemuan saya tentang bagaimana mengubah suara menjadi sinyal listrik adalah dasar dari semua itu’.

Chester W. Rice: ‘Ya, kita harus mengakui bahwa telepon tidak akan ada tanpa penemuannya, Bell. Loudspeaker hanya meningkatkan fungsinya’.

Edward W. Kellogg sambil manggut-manggut merespon mereka berdua, ‘Saya setuju. Kita semua berkontribusi dalam menciptakan alat komunikasi yang sangat berpengaruh ini. Mari kita akui peran masing-masing dengan hormat’.

Dengan demikian, pertengkaran ide antara Alexander Graham Bell, Chester W. Rice, dan Edward W. Kellogg akhirnya berakhir dengan kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Mereka menerima bahwa telepon dan loudspeaker adalah hasil dari kolaborasi ide dan penemuan yang saling melengkapi. Dan dari pertengkaran itu, mereka belajar bahwa pengakuan atas prestasi tidak selalu harus menjadi alasan untuk berselisih, tetapi juga bisa menjadi titik awal bagi kerjasama yang lebih baik.

Author Profile

jatigift

Categories

Related Posts

image
Terbunuhnya Sang Diktator Julius Caesar

Kota kecil Subura, Roma — sebuah kawasan yang tak pernah tidur. Jalan-jalan sempitnya dipenuhi aroma...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Jejak Mimpi Martin Luther King Jr

Montgomery, Alabama — 1 Desember 1955 Senja turun perlahan di atas kota Montgomery.Langit kelabu menggantung...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Pertarungan Kalkulus di Balik Kabut Royal Society

Tahun 1711, London dingin seperti biasa. Kabut menyelimuti jalan-jalan berbatu, sementara cahaya redup lampu minyak...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Bintang-Bintang yang Berbenturan (Berdasarkan Kisah Nyata)

London, 1705. Angin musim dingin meniupkan udara menusuk tulang ke lorong-lorong berlapis batu di sekitar...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Sejarah Awal Masuknya Pasta Gigi di Indonesia

Langit Batavia sore itu berwarna oranye keemasan. Matahari seperti tersangkut di antara menara gereja tua...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

error: Content is protected !!