Skip to content

Petualangan DewaBuku dalam Mengungkap Misteri Portal Rahasia

Di lereng Gunung Merapi yang berkabut, terdapat misteri yang tersembunyi sejak zaman dahulu kala. DewaBuku, seorang pendaki gunung yang pemberani, memutuskan memasuki portal lorong waktu untuk kembali ke masa lalu pada tahun 1990-an dengan tujuan mulia, menjelajahi dan mengungkap rahasia di gunung Merapi. Namun, perjalanan ini membawanya kepada pertemuan dengan tokoh-tokoh yang misterius dan cerita yang lebih kompleks dari yang pernah dibayangkan.

DewaBuku memulai perjalanannya menuju Gunung Merapi dengan semangat tinggi. Namun, di tengah hutan belantara, ia bertemu dengan seseorang yang sangat dikenalnya sejak beberapa tahun sebelum masehi, mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Sosok yang dihormati dan ditakuti oleh banyak orang, Mak Lampir.

Mak Lampir: ‘Hei, anak muda! Kamu tampak seperti seseorang yang mencari sesuatu.’

DewaBuku: ‘Benar, saya ingin menemukan misteri di Gunung Merapi. Apakah Anda tahu sesuatu?’

Mak Lampir: ‘Hahahahahaha, rahasia gunung ini sangat tua dan berbahaya, anak muda. Tapi jika kamu kuat, aku akan memberimu petunjuk. Karena saat ini aku sudah membawa iPhone 13 ProMax keluaran terbaru….pada empat tahun yang lalu maksudku’

DewaBuku: ‘Second dong berarti, kenapa nggak beli yang baru? ini sudah 2025 mak.’
Mak Lampir: ‘Emangnya beli pake daun? Pajaknya tinggi you know?’

DewaBuku: ‘Berapa resolusi layarnya, wahai Mak Lampir?’

Mak Lampir: ‘Lumayan, resolusinya 2778 x 1284 pixel pada 460 ppi, layar HDR….aku tidak beriklan, wahai anak muda….jangan dihujat.’

DewaBuku: ‘Tak mungkin aku menghujatmu, wahai Mak Lampir? karena aku hanya ingin menemukan misteri di gunung Merapi, tetapi masih kesulitan’

Mak Lampir: ‘Jangan kuatir, anak muda. Ponsel ini akan kupinjamkan padamu sebagai petunjuk. Jangan terlalu percaya pada Google Map, wahai anak muda’

DewaBuku: ‘Kenapa Mak Lampir bicara seperti itu?’

Mak Lampir: ‘Begini, wahai anak muda….gara-gara Google Map aku pernah tersesat. Tujuanku sebelumnya adalah untuk mengambil Jimat Pusaka Keabadian di lembah Dieng untuk meningkatkan kesaktianku….tetapi waktu itu aku menuruti semua arahan Google Map, dan akhirnya sampailah aku di Posyandu kabupaten Wonogiri. Aku disangka ODGJ, sungguh ter la lu.’

DewaBuku: ‘Betapa malangnya nasibmu, Mak Lampir.’

Mak Lampir: ‘Jangan pedulikan aku, ambillah ponsel ini dan jangan lupa beli kuota yang banyak, wahai anak muda…..via online saja biar lebih cepat.’

DewaBuku: ‘Baik, Mak Lampir…..terimakasih atas petunjuknya, aku mohon diri dulu.’

Setelah itu Mak Lampir pun tertawa mengerikan seperti ciri khasnya, ‘Eeeh…eh..eh..eh..eh..eh…eh.’ dan lenyap seketika. DewaBuku melanjutkan langkahnya, dan di perjalanan ia bertemu dengan Basir, seorang ahli jejak yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Gunung Merapi. Dahulu kala, Basir adalah sahabat dekat dari tokoh masyarakat yang bernama Sembara.

DewaBuku: ‘Hai, Basir! Apakah kamu tahu sesuatu tentang misteri ini?’

Basir: ‘Tentu saja! Aku telah mengamati jejak-jejak aneh di sekitar gunung ini. Mengikuti jejak ini akan membawa kita ke tempat yang menarik.’

Jejak membawa mereka ke gua terlarang di lereng Gunung Merapi. Di dalam gua, mereka bertemu dengan Farida, seorang wanita muda yang menjadi penjaga gua.

DewaBuku: ‘Farida, apa yang tersembunyi di dalam gua ini?’

Farida: ‘Ini adalah gua yang dijaga ketat. Di dalamnya terdapat artefak kuno dan rahasia kuno yang harus dijaga dengan baik.’

Farida membimbing mereka lebih dalam ke dalam gua, di mana mereka bertemu dengan Nyai Kembang, seorang penyihir yang memiliki kekuatan mistis.

Nyai Kembang: ‘Selamat datang, DewaBuku. Kamu adalah yang pertama yang berani masuk ke dalam gua ini. Ada sesuatu yang ingin kamu ketahui?’

DewaBuku: ‘Ya, Nyai Kembang. Apa misteri di Gunung Merapi ini?’

Nyai Kembang: ‘Gunung ini memiliki portal menuju dimensi lain, dan hanya orang yang memiliki keberanian sejati yang dapat mengungkapnya.’

Dalam perjalanan mereka yang semakin dalam, mereka menemukan rekaman sejarah tentang Tuan Adolf Piter, seorang penjelajah Eropa yang pernah mencoba menguak misteri Gunung Merapi pada abad ke-19…..dan disamping kanan DewaBuku terdapat peti mayat, dia membukanya, ternyata peti itu berisi mayat Tuan Adolf Piter yang sudah terbaring disitu sejak abad ke-19. DewaBuku seperti mencari-cari sesuatu, ternyata di peti mayat itu ada lubang berbentuk kotak berjumlah 4 buah dengan kutup positif dan negatif pada tiap ujungnya bertuliskan ‘Pasang Baterainya, Saya Pasti Hidup Lagi’ dan benar saja, setelah semua baterainya terpasang, Tuan Adolf Piter hidup lagi dan bisa diajak bercakap-cakap seperti manusia biasa.

DewaBuku: ‘Tuan Adolf Piter, apa yang Anda temui di dalam gunung ini?’

Tuan Adolf Piter: ‘Saya menemukan sesuatu yang sulit dipercaya. Sebuah dunia paralel yang terhubung dengan Gunung Merapi. Ingin tahu lebih lengkap lagi? Temuilah Nyai Kembang dan ikuti arahannya.’

DewaBuku: ‘Baiklah, Tuan Adolf Piter. Terimakasih atas informasinya.’

Tuan Adolf Piter: ‘Sama-sama, tolong lepas baterainya dan tutup petinya, saya mau melanjutkan mimpi saya di Hollywood…..kamu ganggu orang tidur saja huh….tapi saya nggak marah, saya akan jelaskan kenapa peti ini harus ditutup lagi. Hal itu karena tutup peti ini juga berfungsi sebagai Powerbank berkapasitas 12.000.000 mAH, kuat bertahun-tahun. Biar terisi daya dulu, setelah full pasti saya bisa hidup lagi’

DewaBuku: ‘Baiklah’

Dan DewaBuku pun menutup peti itu, ternyata benar saja, ada layar LED bertuliskan ‘Battery is Charging’ . Akhirnya DewaBuku pun menemui Nyai Kembang, rupanya Basir dan Farida masih disana bertiga sambil makan mie ayam yang tadi mereka beli secara online.

Perjalanan mereka membawa DewaBuku, Basir, Farida, dan Nyai Kembang ke dalam ruangan tersembunyi di dalam gua. Di sana, mereka bertemu dengan Kakek Jabat, penjaga portal rahasia.

Kakek Jabat: ‘Selamat datang, penjelajah. Aku dengar dari Sembara ribuan tahun yang lalu bahwa akan ada seorang penjelajah waktu bernama DewaBuku yang akan melintasi portal ini. Ternyata kaulah orangnya. Hanya orang yang memiliki niat baik dan keberanian sejati yang dapat memasuki portal ini.’

DewaBuku: ‘Apa yang terjadi di dunia paralel ini, Kakek Jabat?’

Kakek Jabat: ‘Ini adalah dunia di mana misteri alam semesta terkuak. Namun, hanya yang bijaksana yang dapat membawanya kembali ke dunia manusia.’

Kakek Jabat juga bercerita bahwa 15 menit yang lalu Mak Lampir terhisap ke dunia paralel. Segera setelah itu mereka bersama-sama berangkat menuju ke dunia paralel. Di dalam dunia paralel, mereka menemui Mak Lampir yang ternyata terperangkap karena niat jahat seseorang yang mencoba memanfaatkan kekuatannya.

DewaBuku: ‘Kita harus membebaskan Mak Lampir dan mengembalikannya ke dunia manusia.’

Mereka bersatu untuk menghadapi rintangan dan mengejar individu yang berniat jahat. Dengan keberanian dan kebijaksanaan mereka, DewaBuku dan kawan-kawan berhasil membebaskan Mak Lampir dan mengungkapkan rahasia Gunung Merapi. Portal rahasia ditutup untuk mencegah penyalahgunaan.

DewaBuku: ‘Sekarang, Gunung Merapi dapat kembali menjadi tempat yang damai dan indah.’

Mak Lampir: ‘Terima kasih, anak muda. Kamu telah membuktikan bahwa keberanian dan niat baik dapat mengalahkan kegelapan.’

Cerita ini adalah petualangan yang penuh misteri dan keberanian di lereng Gunung Merapi. Dengan menyatukan kekuatan dan pengetahuan mereka, tokoh-tokoh ini berhasil mengungkap rahasia yang tersembunyi dan mengembalikan kedamaian ke gunung yang megah ini. Setelah peristiwa menegangkan ini berakhir, mereka semua perlahan-lahan lenyap menjadi cahaya putih yang terbang ke langit dan menghilang….DewaBuku merasakan kesemutan di seluruh badannya, akhirnya dia seperti terhisap kedalam portal berwarna biru cerah yang menuntunnya pulang ke tahun 2025.

=======TAMAT=======

Author Profile

jatigift

Categories

Related Posts

image
PART 2 - BAYANGAN DI BAWAH BERINGIN

Hujan turun deras malam itu, menenggelamkan suara jangkrik dan menyapu aroma tanah yang baru digali....

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Ekspedisi ke Hutan Kamchanod di Thailand

Di sebuah desa kecil di Thailand, terletak sebuah hutan yang disebut Hutan Kamchanod. Hutan itu...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Kisah Cinta dan Pengkhianatan di Balik Senyum Keluarga Bahagia

Dalam sebuah rumah kecil yang terletak di pinggiran kota Jawa Tengah, hiduplah sebuah keluarga yang...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Pelarian Dari Kota

Pagi di Jakarta Barat selalu datang tanpa upacara. Tidak ada pengumuman, tidak ada isyarat khusus...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

error: Content is protected !!