Skip to content

Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai – Episode 32

Episode 32 – Hal yang Mulai Dipikirkan

Pagi datang dengan cara yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Cahaya masuk melalui jendela.

Tidak terlalu terang.

Cukup.

Anneliese bangun tanpa tergesa.

Tidak ada beban yang tertinggal dari hari sebelumnya.

Tubuhnya terasa ringan.

Seperti seseorang yang benar-benar telah beristirahat.

Ia duduk di tepi tempat tidur.

Diam beberapa saat.

Bukan karena lelah.

Hanya… tidak langsung berdiri.

Anneliese menatap gelas di meja kerjanya yang berjarak 3 meter dari tempat tidurnya.

Gelas itu berisi kopi susu yang tinggal setengah, sisa tadi malam.

Ia terus menatap setengah gelas kopi susu itu, ingin dia meraih dan meminumnya.

Tapi ia terlalu malas untuk bergerak. Bukan karena beban pikiran. Tapi karena sebuah perbedaan.

Ada sesuatu yang berbeda pagi itu.

Bukan di luar.

Di dalam.

Sebuah ruang yang dulu penuh oleh hal-hal yang ingin dilupakan…

sekarang terasa lebih kosong.

Lebih tenang.

Dan di dalam ruang itu…

muncul sesuatu yang jarang ia pikirkan sebelumnya.

Masa depan.

Ia tidak langsung menafsirkannya sebagai sesuatu yang besar.

Tidak membayangkan hal-hal yang jauh.

Hanya sebuah pertanyaan kecil.

Sederhana.

“Selanjutnya apa?”

Ia berdiri. Menarik napas dalam-dalam kemudian melirik setengah gelas kopi susu itu.

Ia meraihnya….meminumnya sampai tak tersisa.

Gelas kosong itu ia letakkan kembali diatas meja.

Menggeliat sebentar dan melanjutkan rutinitasnya.

Mandi.

Merapikan diri.

Memilih pakaian.

Semua berjalan seperti biasa.

Namun pertanyaan itu tidak hilang.

Ia tetap ada.

Diam.

Kelas pagi berlangsung lancar.

Anneliese mengajar seperti biasa.

Menjelaskan.

Menulis di papan.

Mendengarkan.

Namun beberapa kali, tanpa ia sadari, pikirannya tidak sepenuhnya berada di kelas.

Bukan karena ia tidak fokus.

Hanya… ada bagian kecil dari dirinya yang mulai melihat lebih jauh dari hari itu.

Saat seorang siswa bertanya, ia tetap menjawab dengan tepat.

Saat kelas tertawa, ia ikut tersenyum.

Tidak ada yang berubah di luar.

Tapi di dalam, sesuatu mulai bergerak.

Siang hari, ia duduk sendirian di ruang kecil dekat jendela.

Makan dengan tenang.

Seperti biasa.

Di luar, beberapa siswa berjalan melintas.

Suara kendaraan terdengar samar dari kejauhan.

Anneliese menatap keluar.

Tidak benar-benar melihat sesuatu secara spesifik.

Hanya melihat.

Pikirannya kembali ke pertanyaan itu.

“Selanjutnya… apa?”

Bukan dengan rasa cemas.

Bukan juga dengan tekanan.

Lebih seperti seseorang yang baru sadar bahwa ia punya pilihan. Banyak pilihan.

Ia tidak terburu-buru menjawabnya.

Ia tahu…

beberapa hal tidak perlu diputuskan hari ini.

Sore datang.

Kelas terakhir selesai.

Hari berakhir tanpa kejadian berarti.

Namun kali ini, Anneliese tidak langsung kembali ke kamar.

Ia berjalan keluar.

Langkahnya ringan.

Seperti biasanya.

Ia melewati jalan yang mulai ramai.

Lampu-lampu mulai menyala.

Orang-orang berjalan dengan urusan masing-masing.

Ia berhenti di depan sebuah toko kecil.

Bukan karena ingin masuk.

Hanya berhenti.

Melihat.

Ada banyak hal di dunia ini yang belum ia sentuh.

Belum ia jalani.

Dan untuk pertama kalinya…

itu tidak terasa menakutkan.

Ia melanjutkan langkahnya.

Malam datang dengan tenang.

Kamar kembali menjadi tempat yang sederhana.

Tempat tidur.

Meja kecil.

Jendela.

Ia duduk.

Melepas lelah.

Tidak ada yang perlu dipikirkan secara berlebihan.

Namun sebelum mematikan lampu…

ia sempat berhenti sejenak.

Pertanyaan itu kembali muncul.

“Selanjutnya… apa?”

Kali ini…

ia tidak menghindarinya.

Ia hanya menerima bahwa pertanyaan itu ada.

Dan itu cukup.

Lampu dimatikan.

Kamar menjadi gelap.

Di luar, kota masih bergerak.

Di dalam, sesuatu telah mulai berjalan.

Pelan.

Namun pasti.

Bukan tentang apa yang telah berlalu.

Melainkan tentang apa yang mungkin terjadi.

Dan untuk pertama kalinya…

Anneliese tidak hanya berjalan.

Ia mulai… memilih arah.

*

Bersambung ke Episode 33 — Arah Yang Tidak Tergesa

Author Profile

jatigift

Related Posts

image
Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai - Episode 26

Episode 26 — Selebaran yang Datang Terlalu Tepat Hari itu sebenarnya dimulai seperti hari-hari biasa....

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai - Episode 6

Episode 6 — Tempat Yang Tidak Bertanya Mereka menemukannya menjelang sore. Hujan baru saja berhenti....

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai - Episode 2

Episode 2 – Hari-Hari Yang Terlalu Indah Semarang, pukul enam sore. Matahari belum sepenuhnya tenggelam...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai - Episode 14

Episode 14 — Bau Yang Mengajarkan Nilai Bau itu datang tanpa alasan. Bukan bau makanan...

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

image
Mengejar Mimpi Dari Gedung Terbengkalai - Episode 33

Episode 33 — Arah Yang Tidak Tergesa Pagi datang dengan tenang. Hampir sama seperti kemarin....

Read More
image-avater

DewaBukuJSW

error: Content is protected !!