When the Sea Rose Higher Than the Wall
In North Jakarta, the ground no longer felt solid beneath one’s feet. It was not an earthquake that troubled the people, nor a sudden calamity announced by sirens and flashing lights. It was slower, quieter,…
In North Jakarta, the ground no longer felt solid beneath one’s feet. It was not an earthquake that troubled the people, nor a sudden calamity announced by sirens and flashing lights. It was slower, quieter,…
Episode 5 — Tidak Ada Tempat untuk Pulang Siang itu panasnya aneh. Bukan terik yang membakar, melainkan panas yang menempel di kulit seperti lapisan tipis yang tak bisa dikipas pergi. Anneliese berjalan di belakang Hendrik,…
Episode 4 — Hal-Hal Kecil yang Mulai Dihitung Tidak ada perubahan besar yang terlihat pagi itu. Semarang tetap bangun seperti biasa. Cahaya matahari menyentuh jendela kamar hotel dengan sudut yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Suara…
Episode 3 – Sesuatu Yang Tidak Pernah Dibicarakan Pagi di Semarang selalu datang tanpa bertanya apakah seseorang siap atau tidak. Cahaya matahari merambat masuk melalui celah tirai kamar hotel, jatuh di lantai marmer yang dingin,…
Episode 2 – Hari-Hari Yang Terlalu Indah Semarang, pukul enam sore. Matahari belum sepenuhnya tenggelam ketika mobil yang mereka sewa melaju perlahan menyusuri jalanan kota. Hidup mereka bedua memang sudah berubah dari yang tadinya sebagai…
Episode 1 – Terbang ke Semarang dengan Sayap Impian Siang hari jam 11 waktu setempat… Hari ini tepat tanggal 15 Juli 2024, sebuah hari yang lumayan panas di Belanda karena bertepatan dengan musim panas. Temperatur…